Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS DIRGANTARA MARSEKAL SURYADARMA

UNIVERSITAS DIRGANTARA MARSEKAL SURYADARMA

UNSURYA JAKARTA
Karier dan Pendidikan

Tanda Staf Administrasi Data Siap Melanjutkan Kuliah D3 Manajemen Informatika

Kenali tanda staf administrasi data siap kuliah D3 Manajemen Informatika, dari mencoba aplikasi hingga menyiapkan langkah belajar sambil bekerja.

Tanda Staf Administrasi Data Siap Melanjutkan Kuliah D3 Manajemen Informatika

Bekerja sebagai staf administrasi data membuat seseorang terbiasa berhadapan dengan informasi setiap hari.

Ada data yang perlu dimasukkan ke aplikasi. Ada dokumen yang harus diperiksa kembali. Ada spreadsheet yang perlu dirapikan. Ada pula laporan yang harus disiapkan agar informasi dapat digunakan oleh bagian lain.

Semakin sering menjalani pekerjaan tersebut, biasanya semakin terbiasa pula menggunakan komputer dan berbagai aplikasi.

Namun, pada suatu titik mungkin muncul pertanyaan baru.

Bagaimana aplikasi yang digunakan setiap hari sebenarnya mengelola data? Bisakah pekerjaan yang berulang dibuat lebih efisien? Bagaimana data disusun agar lebih mudah digunakan? Apa yang perlu dipelajari jika ingin mulai masuk ke pekerjaan TI?

Pertanyaan seperti ini dapat menjadi tanda bahwa kebutuhan belajarmu mulai berkembang.

Terutama jika selama ini kamu sudah terbiasa mengoperasikan aplikasi, tetapi mulai merasa pengalaman tersebut belum cukup untuk bergerak dari pekerjaan administrasi data menuju pekerjaan yang lebih teknis di bidang teknologi informasi.

Salah satu pilihan pendidikan yang dapat dipertimbangkan adalah D3 Manajemen Informatika.

Namun, kesiapan kuliah tidak ditentukan oleh apakah kamu sudah bisa membuat program atau memahami seluruh sistem komputer.

Kesiapan justru dapat dimulai dari langkah yang jauh lebih sederhana.

 

Saat pekerjaan administrasi data mulai menuntut pemahaman yang lebih dalam

Coba perhatikan kembali pekerjaan yang kamu lakukan dalam satu minggu.

Berapa banyak waktu yang digunakan untuk memasukkan data?

Berapa banyak aplikasi yang digunakan?

Apakah pernah ada pekerjaan yang terasa berulang sehingga kamu berpikir, “Seharusnya ada cara yang lebih praktis untuk mengerjakan ini”?

Pertanyaan tersebut menunjukkan adanya perubahan cara melihat pekerjaan.

Awalnya, aplikasi mungkin hanya dipandang sebagai alat yang harus digunakan.

Kamu mengetahui menu mana yang harus ditekan, kolom mana yang harus diisi, dan bagaimana menyelesaikan pekerjaan sesuai prosedur.

Lama-kelamaan, kamu mungkin mulai penasaran dengan proses di baliknya.

Misalnya, mengapa suatu data bisa muncul otomatis pada bagian tertentu.

Mengapa format data yang berbeda dapat menyebabkan kesalahan.

Bagaimana informasi dari banyak sumber dapat disimpan dan dikelola dalam satu sistem.

Atau bagaimana sebuah aplikasi dibuat agar dapat membantu pekerjaan penggunanya.

Rasa ingin tahu seperti itu bisa menjadi titik awal.

Kamu mulai melihat komputer bukan hanya sebagai alat administrasi, tetapi sebagai bidang yang sebenarnya dapat dipelajari lebih jauh.

 

Kamu mulai bisa menjelaskan alasan ingin melanjutkan kuliah

Keinginan kuliah akan terasa lebih nyata ketika kamu mulai mengetahui apa yang sebenarnya ingin dikembangkan.

Bukan sekadar:

“Saya ingin pindah ke bidang IT.”

Tetapi lebih spesifik:

“Saya ingin memahami pengelolaan data dan aplikasi agar memiliki bekal untuk mulai mengembangkan keterampilan di bidang TI.”

Tujuan seperti ini membantu menentukan arah belajar.

Coba lihat pekerjaan yang selama ini kamu lakukan.

Apakah kamu ingin lebih terampil mengelola data?

Apakah ingin memahami aplikasi lebih jauh daripada sekadar sebagai pengguna?

Apakah tertarik belajar membuat solusi sederhana untuk membantu pekerjaan?

Atau kamu memang sedang mempertimbangkan perubahan jalur pekerjaan menuju bidang teknologi informasi?

Tuliskan satu kemampuan yang paling ingin dikembangkan.

Tidak perlu langsung menargetkan kemampuan yang terlalu jauh.

Bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana, seperti ingin memahami logika program, mengelola data dengan lebih baik, atau mengenal bagaimana aplikasi bekerja.

Tujuan yang jelas membuat keputusan kuliah mempunyai alasan yang lebih kuat.

Terutama bagi pekerja yang nantinya harus membagi perhatian antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan proses belajar.

 

Kamu mulai mencoba aplikasi dan latihan sederhana

Salah satu tanda kesiapan yang cukup kuat adalah ketika rasa ingin tahu mulai berubah menjadi tindakan.

Misalnya, kamu mulai mencoba fitur spreadsheet yang sebelumnya belum pernah digunakan.

Kamu mencari tahu cara mengolah data dengan lebih cepat.

Kamu mencoba latihan logika sederhana.

Atau kamu mulai melihat materi pengantar pemrograman dan teknologi informasi.

Tidak harus langsung membuat aplikasi besar.

Justru kesiapan sering terlihat dari keberanian untuk memulai sesuatu yang belum familiar.

Coba ambil satu latihan kecil.

Misalnya membuat tabel data yang lebih terstruktur.

Pelajari bagaimana fungsi tertentu di spreadsheet bekerja.

Cari materi pengantar pemrograman dan coba pahami logikanya.

Catat bagian yang membingungkan.

Dari sini, kamu dapat mengetahui apakah proses belajar tersebut membuatmu semakin tertarik atau justru membutuhkan persiapan tambahan.

Bagi lulusan SMA/MA IPA atau IPS maupun SMK RPL, TKJ, Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi, atau bidang digital, sebagian konsep mungkin pernah ditemui sebelumnya.

Bagi lulusan jurusan lain, proses persiapannya dapat dimulai dari logika dasar, penggunaan komputer, spreadsheet, hingga pemrograman awal.

Yang penting bukan seberapa jauh kemampuanmu hari ini.

Yang penting adalah apakah kamu bersedia memulai dan terus berlatih.

 

Kamu mulai melihat data sebagai sesuatu yang perlu dikelola

Pekerjaan administrasi membuat seseorang sangat dekat dengan data.

Namun, ada perbedaan antara sekadar memasukkan data dengan mulai memahami bagaimana data seharusnya dikelola.

Misalnya, dua orang dapat memasukkan informasi yang sama dengan format berbeda.

Satu menulis tanggal dengan format angka, sementara yang lain menggunakan teks.

Pada jumlah data yang sedikit, perbedaan seperti itu mungkin terlihat sederhana.

Ketika jumlahnya semakin besar, konsistensi menjadi lebih penting.

Hal yang sama berlaku pada penamaan file, struktur tabel, duplikasi data, hingga ketepatan informasi.

Jika kamu mulai memperhatikan hal-hal tersebut, sebenarnya kamu sudah mulai melihat pekerjaan administrasi dari sudut yang lebih luas.

Bukan hanya:

“Apakah datanya sudah dimasukkan?”

Tetapi:

“Apakah datanya tersusun dengan baik dan dapat digunakan kembali?”

Cara berpikir seperti ini cukup dekat dengan pembelajaran mengenai pengelolaan data dan sistem informasi.

Karena itu, pengalaman sebagai staf administrasi data tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang terpisah dari bidang teknologi informasi.

Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu titik awal.

 

Kamu memahami hubungan D3 Manajemen Informatika dengan arah yang ingin dikembangkan

Sebelum memilih program studi, kamu perlu mengetahui apa yang akan dipelajari dan hubungannya dengan tujuanmu.

D3 Manajemen Informatika di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma mempelajari pengelolaan data, aplikasi, dan sistem informasi secara praktis.

Bagi staf administrasi data, ketiga bidang tersebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas yang sudah dilakukan sehari-hari.

Kamu sudah terbiasa bekerja menggunakan data.

Kamu juga sudah terbiasa menjadi pengguna aplikasi.

Perkuliahan kemudian dapat memberikan ruang untuk memahami keduanya secara lebih terstruktur dan masuk lebih jauh ke bidang teknologi informasi.

Jika sedang mempertimbangkan program tersebut, kamu dapat melihat D3 Manajemen Informatika UNSURYA Jakarta.

Baca informasi program sambil menghubungkannya dengan pekerjaanmu sekarang.

Tanyakan:

“Apa yang ingin saya pahami lebih jauh dari data dan aplikasi yang selama ini saya gunakan?”

Kemudian lanjutkan dengan:

“Apakah bidang yang dipelajari di D3 Manajemen Informatika mendukung arah tersebut?”

Semakin jelas jawabannya, semakin mudah pula melihat apakah program tersebut sesuai dengan tujuan belajarmu.

 

Kamu mulai siap menjadi pemula lagi

Beralih dari pengguna aplikasi menjadi seseorang yang mempelajari teknologi lebih dalam membutuhkan satu sikap penting: bersedia menjadi pemula.

Di pekerjaan sekarang, mungkin kamu sudah sangat terbiasa dengan prosedur yang digunakan.

Kamu bisa menyelesaikan berbagai tugas administrasi tanpa banyak bertanya.

Saat mulai mempelajari Manajemen Informatika, situasinya dapat berbeda.

Ada istilah baru.

Ada latihan yang belum langsung dipahami.

Ada logika tertentu yang membutuhkan waktu untuk dipelajari.

Bahkan kesalahan kecil bisa membuat hasil latihan tidak sesuai.

Itu bagian dari proses.

Kesiapan bukan berarti kamu tidak akan kesulitan.

Kesiapan terlihat ketika kamu tetap bersedia mencari tahu saat menemui bagian yang sulit.

Baca kembali.

Coba ulang.

Tanyakan.

Lihat kesalahannya.

Kemudian perbaiki.

Kebiasaan seperti ini penting ketika mempelajari bidang yang lebih teknis.

 

Kamu mulai menyiapkan cara menjalani kuliah sambil bekerja

Keinginan belajar akan menjadi lebih konkret ketika mulai diterjemahkan menjadi rencana.

Coba lihat jadwal kerjamu selama satu minggu.

Apakah kamu bekerja Senin sampai Jumat?

Apakah ada lembur?

Berapa lama perjalanan dari tempat kerja menuju rumah?

Kapan biasanya masih mempunyai energi untuk belajar?

Kemudian tentukan beberapa waktu yang realistis untuk membaca materi atau mengerjakan latihan.

Tidak harus berjam-jam setiap hari.

Yang lebih penting adalah mulai memahami bagaimana kegiatan belajar dapat masuk ke rutinitas yang sudah ada.

Hal berikutnya adalah biaya.

Buat perhitungan sederhana mengenai biaya awal, angsuran perkuliahan, perjalanan, koneksi internet, perangkat yang digunakan, dan kebutuhan belajar lainnya.

Kamu juga dapat membicarakan rencana tersebut dengan keluarga atau orang terdekat.

Dengan demikian, kuliah bukan lagi sebuah rencana yang hanya ada di kepala.

Kamu mulai mempunyai gambaran mengenai bagaimana proses tersebut akan dijalani.

Gunakan empat pertanyaan berikut sebagai refleksi:

  1. Apakah saya bisa menjelaskan alasan ingin melanjutkan D3 Manajemen Informatika?
  2. Apakah saya mulai mencoba belajar aplikasi, data, atau materi TI secara sederhana?
  3. Apakah saya memahami hubungan program ini dengan arah pekerjaan yang ingin dikembangkan?
  4. Apakah saya mulai mempunyai rencana waktu, biaya, dan pola belajar?

Tidak semuanya harus langsung sempurna.

Namun, adanya langkah konkret menunjukkan bahwa keputusan belajar mulai semakin matang.

 

Pengalaman administrasi data dapat menjadi modal awal

Ketika ingin bergerak menuju pekerjaan TI, mudah untuk merasa bahwa pengalaman sebelumnya tidak terlalu berhubungan.

Padahal, sebagai staf administrasi data, kamu sudah mempunyai pengalaman yang cukup relevan untuk dijadikan konteks belajar.

Kamu mengetahui bagaimana data digunakan dalam pekerjaan.

Kamu pernah menghadapi data yang tidak lengkap.

Kamu mungkin pernah menemukan informasi ganda.

Kamu sudah terbiasa menggunakan aplikasi untuk menyelesaikan pekerjaan.

Pengalaman tersebut membuatmu mempunyai gambaran nyata mengenai persoalan yang dapat muncul saat sebuah organisasi menggunakan data dan aplikasi.

Saat nantinya mempelajari pengelolaan data atau sistem informasi, pengalaman seperti ini dapat membantu melihat mengapa materi tersebut penting.

Artinya, kamu tidak harus menghapus perjalanan pekerjaan sebelumnya untuk mulai mempelajari bidang baru.

Justru pengalaman itulah yang dapat menjadi jembatan menuju tahap berikutnya.

 

Langkah kesiapan berikutnya bersama UNSURYA Jakarta

Bagi pekerja di Jakarta dan sekitarnya yang ingin mengembangkan keterampilan di bidang data, aplikasi, dan teknologi informasi sambil tetap bekerja, salah satu pilihan yang dapat dipelajari adalah Kelas Karyawan UNSURYA Jakarta.

Program P2K D3 Manajemen Informatika Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma memiliki akreditasi program studi Unggul, sementara institusi UNSURYA memiliki akreditasi B.

Program ini menggunakan metode Blended Learning dan Tatap Muka.

Jadwal perkuliahan yang tercantum adalah:

Senin: 18.30–21.00
Selasa: 18.30–21.00
Rabu: 18.30–21.00
Kamis: 18.30–21.00
Jumat: 18.30–21.00
Sabtu: 09.00–15.00

Data program juga mencantumkan biaya formulir sebesar Rp100.000 dan biaya herregistrasi sebesar Rp600.000.

Dengan demikian, total biaya awal tercatat sebesar Rp700.000.

Tersedia pula simulasi pembayaran sebanyak enam kali angsuran sebesar Rp605.000 per bulan.

Jika ingin memahami bidang yang akan dipelajari, kamu dapat membuka halaman Program D3 Manajemen Informatika UNSURYA.

Informasi mengenai kampus juga dapat dipelajari melalui website UNSURYA Jakarta.

Setelah itu, jangan langsung bertanya apakah kamu sudah cukup mahir untuk masuk bidang TI.

Tanyakan sesuatu yang lebih sederhana:

“Apakah saya siap mulai belajar?”

Jika kamu sudah mulai mencoba latihan sederhana, mengetahui kemampuan yang ingin dikembangkan, dan mulai menyiapkan cara menjalani pendidikan sambil bekerja, itu merupakan langkah yang berarti.

Kamu dapat kembali melihat D3 Manajemen Informatika Kelas Karyawan UNSURYA sambil mencatat informasi program yang masih ingin diketahui.

 

Beralih dari administrasi data menuju bidang TI tidak harus dimulai dengan kemampuan teknis yang sudah tinggi.

Perubahan dapat dimulai ketika pekerjaan sehari-hari membuatmu semakin penasaran terhadap data dan aplikasi, lalu rasa penasaran tersebut mulai kamu lanjutkan dengan proses belajar yang lebih terarah.